Misteri Suku Maya

Kicauan burung memanggil-manggil dari hutan, menggema di tengah reruntuhan pintu-pintu masuk yang gelapĀ  sekaligusĀ  mengundang para peneliti dan penjelajah selama bertahun-tahun.

Tim arkeolog internasional kini menyadari komunitas Maya kuno yang membangun reruntuhan Kiuic tampaknya meninggalkan pintu-pintu itu dengan terburu-buru. Meninggalkan petunjuk-petunjuk tentang peradaban mereka yang telah beku oleh waktu.

“Mengapa mereka pergi? Itu pertanyaannya,” kata George Bey, seorang arkeolog dari Millsaps College di Jackson, Missisipi, Amerika Serikat.

Orang-orang Maya kuno meninggalkan Kiuic, yang terletak di Puuc, di kaki bukit Yucatan, sekitar tahun 880.

“Segalanya sedang berlangsung dengan kecepatan penuh, pembangunan sedang berjalan, tetapi mereka tiba-tiba berhenti,” Bey bimbang.

Para arkeolog telah menjelajahi reruntuhan Kiuic lebih dari satu abad tetapi mulai bekerja di sana sejak tahun2000 dan Bey bersama rekan-rekannya telah menemukan sebuah bukti pertama dari situs yang ditinggalkan secara terburu-buru itu.

Piramid Suku Maya

Orang Maya kuno menghuni rimba di dataran rendah Amerika Tengah selama Zaman Kegelapan di Eropa dan membangun peradaban yang terdiri dari piramida, istana, serta bertani dengan menebang dan membakar hutan lalu mulai menanam di lahan yang ditutupi abu.

Orang Maya memerintah negara-negara kota yang berperang satu sama lain, menciptakan sistem penanggalan yang rumit selama berabad-abad.

Ditinggalkannya monumen-monumen yang bertebaran terpusat itu merupakan salah satu misteri arkeologi yang paling diperdebatkan.

More

Candi Borobudur

Gambar 1. Borobudur tampak samping...

wikipedia.org – Borobudur adalah nama sebuah candi Buddha yang terletak di Borobudur, Magelang, Jawa Tengah. Lokasi candi adalah kurang lebih 100 km di sebelah barat daya Semarang dan 40 km di sebelah barat laut Yogyakarta. Candi ini didirikan oleh para penganut agama Buddha Mahayana sekitar tahun 800-an Masehi pada masa pemerintahan wangsa Syailendra.

Nama Borobudur

Gambar 2. Borobudur tampak atas...

Banyak teori yang berusaha menjelaskan nama candi ini. Salah satunya menyatakan bahwa nama ini kemungkinan berasal dari kata Sambharabhudhara, yaitu artinya “gunung” (bhudara) di mana di lereng-lerengnya terletak teras-teras. Selain itu terdapat beberapa etimologi rakyat lainnya. Misalkan kata borobudur berasal dari ucapan “para Buddha” yang karena pergeseran bunyi menjadi borobudur. Penjelasan lain ialah bahwa nama ini berasal dari dua kata “bara” dan “beduhur”. Kata bara konon berasal dari kata vihara, sementara ada pula penjelasan lain di mana bara berasal dari bahasa Sansekerta yang artinya kompleks candi atau biara dan beduhur artinya ialah “tinggi”, atau mengingatkan dalam bahasa Bali yang berarti “di atas”. Jadi maksudnya ialah sebuah biara atau asrama yang berada di tanah tinggi.

Sejarawan J.G. de Casparis dalam disertasinya untuk mendapatkan gelar doktor pada 1950 berpendapat bahwa Borobudur adalah tempat pemujaan. Berdasarkan prasasti Karangtengah dan Kahulunan, Casparis memperkirakan, pendiri Borobudur adalah raja dari dinasti Syailendra bernama Samaratungga sekitar 824 M. Bangunan raksasa itu baru dapat diselesaikan pada masa putrinya, Ratu Pramudawardhani. Pembangunan Borobudur diperkirakan memakan waktu setengah abad.

Info lainnya:

Kota yang Hilang: Machu Picchu

Machu Picu

wikipedia.org
Machu Picchu (“Gunung Tua” dalam bahasa Quechua; sering juga disebut “Kota Inca yang hilang”) adalah sebuah lokasi reruntuhan Inca pra-Columbus yang terletak di wilayah pegunungan pada ketinggian sekitar 2.350 m. Machu Picchu berada di atas lembah Urubamba di Peru, sekitar 70 km barat laut Cusco. Situs ini sempat terlupakan oleh dunia internasional, tetapi tidak oleh masyarakat lokal. Situs ini kembali ditemukan oleh arkeolog dari universitas Yale Hiram Bingham III yang menemukannya pada 1911. Peru kemudian melakukan usaha-usaha legal untuk mengambil kembali artifak-artifak yang dibawa oleh Bingham dari situs tersebut.

Situs tersebut kemungkinan adalah simbol yang paling dikenal dari kerajaan Inca. Situs tersebut telah ditunjuk sebagai Situs Warisan dunia UNESCO sejak tahun 1983 sekaligus menjadi obyek yang paling mendapatkan perhatian akibat kerusakan yang ditimbulkan oleh pariwisata.

Info lainnya:

Follow

Get every new post delivered to your Inbox.