Misteri Suku Maya
01 Sep 2010 Leave a Comment
in Peninggalan Bersejarah Tags: Suku Maya
Kicauan burung memanggil-manggil dari hutan, menggema di tengah reruntuhan pintu-pintu masuk yang gelapĀ sekaligusĀ mengundang para peneliti dan penjelajah selama bertahun-tahun.
Tim arkeolog internasional kini menyadari komunitas Maya kuno yang membangun reruntuhan Kiuic tampaknya meninggalkan pintu-pintu itu dengan terburu-buru. Meninggalkan petunjuk-petunjuk tentang peradaban mereka yang telah beku oleh waktu.
“Mengapa mereka pergi? Itu pertanyaannya,” kata George Bey, seorang arkeolog dari Millsaps College di Jackson, Missisipi, Amerika Serikat.
Orang-orang Maya kuno meninggalkan Kiuic, yang terletak di Puuc, di kaki bukit Yucatan, sekitar tahun 880.
“Segalanya sedang berlangsung dengan kecepatan penuh, pembangunan sedang berjalan, tetapi mereka tiba-tiba berhenti,” Bey bimbang.
Para arkeolog telah menjelajahi reruntuhan Kiuic lebih dari satu abad tetapi mulai bekerja di sana sejak tahun2000 dan Bey bersama rekan-rekannya telah menemukan sebuah bukti pertama dari situs yang ditinggalkan secara terburu-buru itu.
Orang Maya kuno menghuni rimba di dataran rendah Amerika Tengah selama Zaman Kegelapan di Eropa dan membangun peradaban yang terdiri dari piramida, istana, serta bertani dengan menebang dan membakar hutan lalu mulai menanam di lahan yang ditutupi abu.
Orang Maya memerintah negara-negara kota yang berperang satu sama lain, menciptakan sistem penanggalan yang rumit selama berabad-abad.
Ditinggalkannya monumen-monumen yang bertebaran terpusat itu merupakan salah satu misteri arkeologi yang paling diperdebatkan.

Recent Comments